Telaga Menjer Wonosobo Danau Terluas di Kaki Pegunungan Dieng

Telaga Menjer merupakan danau terluas di wilayah kabupaten Wonosobo dan letaknya berada di kaki pegunungan atau dataran tinggi Dieng. Danau yang terbentuk secara alami ini telah dibuka menjadi obyek wisata dan dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Potensi wisata danau ini belum tergarap maksimal dan masih jarang dikunjungi para wisatawan baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

Telaga Menjer terletak di desa Menjer, kecamatan Garung, kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Lokasi Telaga Menjer sejauh 12 km dari kota Wonosobo. Nama Garung konon berkaitan dengan Rakryan Garung di zaman Ratu Pramodhawardhani abad VII-VIII M.

Lokasi Telaga Menjer dari kota Wonosobo lebih dekat dibandingkan menuju ke Dataran Tinggi Dieng. Posisi Telaga Menjer berada di kaki pegunungan atau Dataran Tinggi Dieng membuatnya berpotensi menjadi wisata unggulan yang dekat dengan pusat kota. Namun minimnya informasi dan papan petunjuk arah membuat banyak wisatawan yang tidak mengetahui tempat ini. Banyak diantara wisatawan langsung menuju ke Dataran Tinggi Dieng tanpa mampir di telaga ini padahal satu jalur yang sama.

Rute menuju Telaga Menjer ini cukup mudah, intinya carilah Pasar Garung diantara jalan raya penghubung kota Wonosobo dengan Dataran Tinggi Dieng. Pasar Garung ini merupakan pasar terakhir sebelum melewati tanjakan panjang dan tajam menuju kawasan Dataran Tinggi Dieng. Pasar ini gampang diketahui karena berada pada jalan yang sedikit menanjak dan ramai dikunjungi pembeli sejak pagi hingga siang hari. Dari Pasar Garung, carilah jalan kekiri yang terdapat sebuah gapura bertuliskan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Garung.

Telaga Menjer berada di ketinggian 1.300 mdpl dengan luas area sekitar 70 Ha dan kedalaman 45 m. Karena berada di ketinggian cukup tinggi, suhu di Telaga Menjer cukup sejuk dengan rata-rata 22-27°C.

Perjalanan menuju Telaga Menjer Wonosobo melewati jalanan sempit dan menanjak. Pengunjung Telaga Menjer akan melewati kawasan PLTA Garung saat berada ditengah-tengah perjalanan menuju Telaga Menjer. Sebagian jalan menuju telaga ini kondisinya sedikit rusak dan belum diperbaiki. Dilihat dari tingkat kerusakan jalan sepertinya pemerintah setempat belum berencana memperbaiki akses jalan.

Suasana sekitar kawasan wisata Telaga Menjer tampak sepi dan sejuk terlihat aktivitas warga sekitar yang sedang melakukan kegiatan sehari-hari seperti bertani dan mencari ranting kayu. Pemandangan Telaga Menjer tidak terlihat dari tepi jalan karena berada dibalik bukit kecil yang mengelilingi telaga. Kendaraan pengunjung dipersilakan parkir di area yang telah disediakan. Disekitar area parkir berdiri beberapa warung penjual makan dan minuman serta penginapan sederhana (homestay).

Pada awal tahun 1980 dilakukan pengurasan di Telaga Menjer karena ada kecenderungan dibagian bawah telaga mengalami kebocoran. Didatangkan tenaga ahli dari Rusia untuk yang menguras air telaga dan dilanjutkan oleh tenaga ahli dari Jepang dalam rangka pembuatan pembangkit listrik tenaga air. Alasan pengurasan air telaga itu, air dari dua aliran sungai diatasnya yang ditampung di Telaga Menjer selama 2 x 24 jam air tersebut tidak bisa masuk kedalam terowongan air dan sama sebelum  air dari dua sungai itu dimasukkan kedalam telaga, yaitu 25 cm dibawah tepian.

Memasuki gerbang loket masuk, kami menuruni sebuah tangga untuk menuju ke tepian telaga. Tidak sampai 10 menit kami telah sampai di tepi telaga. Kondisi telaga masih terlihat alami dan bersih, walaupun beberapa tahun yang lalu telaga ini pernah dikuras untuk dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air yang terletak disebelah bawah telaga.

Tidak ada fasilitas lain yang terdapat di Telaga Menjer selain perahu yang digunakan untuk mengelilingi telaga. Tidak terlihat adanya fasilitas lain disekitar tepian seperti taman maupun kursi untuk beristirahat dan menikmati pemadangan alam berupa telaga dan pegunungan di depannya. Kami sempat kebingungan mencari tempat yang aman dan nyaman digunakan untuk menikmati pemandangan di telaga ini. Karena lahan yang mengelilingi telaga tidak ada dinding pengaman untuk mencegah wisatawan jatuh ke telaga.

Telaga Menjer cukup berpotensi dikembangkan sebagai salah satu wisata unggulan di kabupaten Wonosobo. Namun sepertinya pemerintah daerah Wonosobo belum melirik tempat ini dan lebih memilih Dataran Tinggi Dieng sebagai wisata unggulan daerahnya. Lokasi Telaga Menjer cukup strategis karena berada dalam jalur utama menuju Dataran Tinggi Dieng. Selain itu, Telaga Menjer memiliki bentang alam yang indah dengan panorama danau kecil berlatar pegunungan.

https://teamtouring.net/telaga-menjer-wonosobo.html

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s